Ini penjelasan mengenai Gerhana Matahari pada tanggal 9 Maret besok

KasihTau.Net | Berita - Berikut ini adalah fakta unik terkait Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 besok. Fenomena alam yang amat langka akan terjadi di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, Kebumen terutama :D Fenomena ini jarang sekali terjadi di daerah yang sama.



Percayakah bahwa Gerhana Matahari Total kali ini hanya dapat dinikmati di Indonesia? 

Meskipun sebenarnya gerhana matahari total ini juga terjadi di wilayah lain selain Indonesia, namun hanya Indonesia yang mengalami GMT tersebut di bagian daratan. Sisanya menyebar di samudra Hindia dan Pasifik. Wilayah Indonesia sendiri tidak semuanya akan bisa menikmati gerhana matahari total ini. Hanya beberapa provinsi di daerah Indonesia utara yang bisa menikmati GMT ini. Sisanya hanya gerhana matahari cincin.

Pertama di Indonesia pada abad 21

Gerhana Matahari pada 9 Maret 2016 nanti merupakan fenomena yang pertama pada abad 21 ini setelah kejadian serupa terjadi pada 11 Juni 1983 silam. Menurut penelitian, Indonesia akan kembali mengalami Gerhana matahari ini pada 2019 namun hanya gerhana matahari cincin saja. Sementara pada 20 April 2023, fenomena gerhana matahari total ini akan kembali melintas di tanah air.

Ada pula penjelasan lengkap yang mimin peroleh dari wall facebook, berikut penuturannya :
 Gerhana Matahari di Jawa Tengah 88% KEBUMEN - Gerhana matahari yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang bisa diamati dari seluruh wilayah di Jawa Tengah. Matahari akan tertutup 88% di langit Jateng. Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teguh Rahayu mengatakan, gerhana matahari total (GMT) akan melewati 45 kota dan kabupaten di 12 provinsi di Indonesia. Sementara di daerah lain, hanya bisa mengamati gerhana matahari sebagian. ”Termasuk Jawa Tengah, walaupun tidak 100%, tetapi ketertutupan matahari rata-rata 88%,” katanya, Kamis (3/3). Menurutnya, magnitudo gerhana terentang antara 83%, yakni selatan Kabupaten Sukoharjo hingga 91% di Kepulauan Karimunjawa. Secara umum, gerhana di Jateng akan terjadi Rabu (9/3) dimulai pukul 6.20 WIB. Puncak gerhana pada pukul 7.24 WIB dan berakhir pukul 8.35 WIB. ”Durasi gerhana yang teramati di Jateng rata-rata 2 jam 15 menit,” jelasnya. Dikatakan, wilayah Jateng berada di sebelah selatan jalur totalitas. Dengan demikian, saat terjadi gerhana posisi matahari akan condong di sebelah utara. Pada hari tersebut, diperkirakan cuaca akan cerah sehingga masyarakat bisa mengamati fenomena alam yang langka ini. ”Fenomena ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa,'' ungkapnya. Hindari Melihat dengan Mata Telanjang Rahayu menambahkan, untuk mengamati gerhana masyarakat disarankan tidak melihat dengan mata telanjang karena radiasi matahari bisa merusak mata. Alat sederhana yang bisa digunakan, yakni kacamata dengan penyaring radiasi. ”Atau kalau lebih aman lagi, bisa mengamati di siaran televisi,” ujarnya. Fenomena gerhana matahari pada 9 Maret mendatang merupakan yang pertama yang dapat diamati dari Indonesia pada abad 21. Sebelumnya, gerhana matahari total terjadi pada 11 Juni 1983 dengan jalur totalitas melewati Jawa, Sulawesi, dan Papua. Lalu GMT pada 18 Maret 1988, dengan jalur totalitas melewati Sumatera dan Kalimantan. ”GMT selanjutnya yang bisa diamati di Indonesia diprediksi pada 20 April 2023 di Papua dan GMT pada 20 April 2042 di Sumatera dan Kalimantan,” paparnya. (suaramerdeka.com/LintasKebumen©2016)